Baca Cerita Ini Malaikat Maut Menangis Ketika Mencabut Nyawa Ibu Ini, Sungguh Mengharukan
Malaikat Maut Menangis, Kisah inspiratif ini dikutip dari salah satu media online, dalam tadzkirah Imam Qurtubi mengisahkan sesuatu mengharukan. Berikut ceritanya mari kita simak seksama.
“Aku pernah sedih dan menangis ketika ingin mencabut nyawa seorang wanita, saat itu ia baru saja melahirkan di padang pasir, aku menangis ketika mencabut nyawa wanita tesebut karena mendengar suara bayi tersebut dan tidak ada yang mendengar seorang pun disekitarnya.
Tanpa sepengetahuan Malaikat Maut, karena ia hanya ditugaskan untuk mencabut nyawa, Allah Subhanahu wa Ta’ala lantas menyelamatkan bayi itu dengan caranya hingga kemudian ia tumbuh besar dan menjadi seorang ulama yang dicintaiNya.
Dengan kekuasaan Allah SWT bayi yang telah ditinggalkan orang tua tersebut diberikan karunia besar menjadi seorang ulama besar. Sebelum ajal menjemput oleh ibunya, atas kekuasaan Allah SWT menyelamatkan bayi tersebut.
Didalam riwayat yang lain diceritakan, malaikat maut diberikan mandate tugas oleh Allah SWT mencabut nyawa seorang wanita di sungai. Sesuatu mengharukan ketika Malaikat maut tersebut melihat dua anak masih kecil dengan ibunya terhanyut. Kedua anak tersebut ditakdirkan oleh Allah SWT untuk tidak meninggal sehingga selamat sampai ketepian.
Malaikat maut tersebut menangis ketika harus mencabut nyawa ibunya, dan memisahkan mereka dengan ibunya untuk hidup sebatang kara. Dengan izin Allah SWT anak tersebut lambat laun menjadi raja di daerah berbeda.
Sungguh besar anugerah yang maha kuasa, ajal akan datang tanpa kita mengetahui kapan, dan waktu tepatnya.
Didalam Al-Qur’an Allah telah berfirman :
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (QS. Al A’raf: 34)
Kemudian disambung lagi dengan ayat ini :
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus: 49)
“Aku pernah sedih dan menangis ketika ingin mencabut nyawa seorang wanita, saat itu ia baru saja melahirkan di padang pasir, aku menangis ketika mencabut nyawa wanita tesebut karena mendengar suara bayi tersebut dan tidak ada yang mendengar seorang pun disekitarnya.
Tanpa sepengetahuan Malaikat Maut, karena ia hanya ditugaskan untuk mencabut nyawa, Allah Subhanahu wa Ta’ala lantas menyelamatkan bayi itu dengan caranya hingga kemudian ia tumbuh besar dan menjadi seorang ulama yang dicintaiNya.
Dengan kekuasaan Allah SWT bayi yang telah ditinggalkan orang tua tersebut diberikan karunia besar menjadi seorang ulama besar. Sebelum ajal menjemput oleh ibunya, atas kekuasaan Allah SWT menyelamatkan bayi tersebut.
Didalam riwayat yang lain diceritakan, malaikat maut diberikan mandate tugas oleh Allah SWT mencabut nyawa seorang wanita di sungai. Sesuatu mengharukan ketika Malaikat maut tersebut melihat dua anak masih kecil dengan ibunya terhanyut. Kedua anak tersebut ditakdirkan oleh Allah SWT untuk tidak meninggal sehingga selamat sampai ketepian.
Malaikat maut tersebut menangis ketika harus mencabut nyawa ibunya, dan memisahkan mereka dengan ibunya untuk hidup sebatang kara. Dengan izin Allah SWT anak tersebut lambat laun menjadi raja di daerah berbeda.
Sungguh besar anugerah yang maha kuasa, ajal akan datang tanpa kita mengetahui kapan, dan waktu tepatnya.
Didalam Al-Qur’an Allah telah berfirman :
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (QS. Al A’raf: 34)
Kemudian disambung lagi dengan ayat ini :
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus: 49)
Sesungguhnya kematian tidak bisa ditangguhkan atau ditunda, jika Allah SWT berkehendak maka, semua akan terjadi.
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Munafiqun: 11)
Sekarang, persiapan apa untuk menghadap dengan Allah SWT, amalan apa yang kita banggakan dihadapanNya. Atau bahkan berapa buih dosa yang kita telah perbuat sehingga Allah akan lebih murka pada kita. Semoga kita termasuk ahli surge dan dijauhkan dari siksaan api neraka.
Semoga Bermanfaat,
Malaikat Maut Menangis







0 comments:
Post a Comment